
BANDAR LAMPUNG – Lebih dari 10.000 orang berkumpul di pusat Kota Bandar Lampung pada 19 April lalu untuk menyuarakan keadilan bagi Palestina.
Aksi Nyata Lampung Bersama Palestina Jilid III in diwarnai dengan longmarch, konvoi, orasi para tokoh, tetrika, pembacaan puisi, dan penggalangan donasi kemanusiaan untuk Palestina.
Ada juga aksi gerakan boikot dengan menempelkan stiker dan banner sosialisasi Fatwa MUI no 83 tahun 2023 tentang imbauan untuk tidak membeli produk yang berafiliasi dengan Zionis Israel.
Publik figur yang hadir dan berorasi di mobil komando, tampak di antaranya Andika Mahesa (Kangen Band), juga ada tokoh nasional seperti Ust. Husein Gaza.
Meski Aksi Jilid III ini tergolong sukses, panitia kegiatan tetap melakukan evaluasi kegiatan, termasuk merilis informasi donasi yang terkumpul.
“Kami menyakini, Aksi Nyata Lampung Bersama Palestina Jilid III kemarin adalah salah satu aksi besar yang ada dalam catatan sejarah di Provinsi Lampung. Tidak pernah Aksi Palestina Baik Jilid I di Bulan November 2023, Jilid II di bulan Juni 2024 yang sepi, pasti masa mencapai ribuan bahkan puluhan ribu. Kenapa? Karena hampir seluruh Masyarakat Lampung masih memiliki Rasa Kemanusiaan, ini adalah bukti bahwa Lampung Bersama Palestina!,” ujar Muhammad Yasir, tokoh masyarakat dan inisiator aksi sekaligus ketua aliansi.
Dari aksi ini, aliansi telah mengumpulkan Donasi Kemanusiaan untuk Palestina hampir Rp200 juta dan total siap dikirimkan senilai 20.000 USD atau setara ± Rp340 juta ditambahkan Donasi Kemanusiaan yang terkumpul lewat Relawan Peduli AlQuds.
“Alhamdulillah dalam aksi kemarin, setelah semua direkapitulasi donasi terkumpul sebesar Rp185.400.000. Selain donasi terkumpul saat aksi, ada juga donasi untuk Palestina yang dititipkan oleh Almaz Antasari salah satu perusahaan fried chicken di Indonesia sebesar Rp100.000.000, sepekan sebelum aksi kepada Relawan Peduli AlQuds. Dari totalan tersebut, Relawan Peduli AlQuds juga telah mengumpulkan Donasi Kemanusiaan, hingga bisa menambahkan donasi yang siap dikirim menjadi Rp340.000.000 atau setara dengan 20.000 USD,” ungkap Yasir yang juga sebagai ketua Relawan Peduli Al-Quds.
“Ada juga sebenarnya yang kami tunggu kejelasannya, yaitu informasi donasi dari Bunda Eva selaku Wali Kota Bandar Lampung. Info beredar dari kalangan rekan dewan juga media, bahwa di rapat paripurna yang terlaksana sebelum aksi, Bu Walkot mau hadir, naik panggung dan memberikan donasi sebesar Rp100.000.000. Tapi, sampai kami evaluasi kegiatan dan merekapitulasi donasi masuk, belum ada informasinya,” ujarnya dalam rapat evaluasi yang berlangsung, Sabtu (26/4/2025).
Yasir menyatakan bahwa panitia menyampaikan banyak terima kasih kepada para pihak yang telah sigap membantu berjalannya aksi dari awal hingga akhir.
Panitia juga siap memperbaiki hal-hal yang menjadi sorotan dalam Jilid III dan siap untuk kembali menggelar Aksi Lampung Bersama Palestina Jilid IV jika memang diperlukan.
“Alhamdulillah, aksi bisa dikatakan sukses, namun banyak yang harus kami perbaiki, seperti antisipasi kondisi cuaca, karena yang pingsan kemarin cukup banyak, 12 orang infonya. Dan kami sampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Alfret Jacob Tilukay serta jajaran juga Dinas Pemadam Kebakaran yang sigap untuk membantu berjalannya aksi dari awal hingga akhir. Dan kami sampaikan juga, kami siap jika dibutuhkan untuk kembali menggelar Aksi Lampung Bersama Palestina Jilid IV! Aksi ini akan terus terjadi sampai Palestina Merdeka!,” tegas Firmansyah, tokoh masyarakat sekaligus inisiator aksi.
Untuk penyaluran donasi, liansi sepakat menunjuk tim pengiriman donasi yaitu Ust. Yasir, ketua Aliansi yang juga ketua Relawan Peduli AlQuds; Ust. Firmansya, inisiator aksi yang juga Sekretaris Yayasan Alfian Husein; juga Ust. Ibnu Irawan, Lc, sebagai Pembina RPA.
“InsyaaAllah dalam waktu dekat kami akan mengirim donasi langsung lewat akses Mesir, informasi dari Ustadz Yasir, RPA sudah berkomunikasi dengan tim mereka di Mesir dan yang ada di dalam Gaza. Tadinya rencana 28 April, namun sedang dikomunikasikan dengan kedutaan, berkaitan visa. Saya sendiri ada kemungkinan ikut mengantarkan, tapi ada kemungkinan juga tidak. Yang pasti, jika saya ikut, kami akan mengantarkan donasi 100% dimana biaya perjalanan akan ditanggung pribadi,” pungkas Firmansyah.***








